August 20, 2017, 06:46:01 PM

collapse

Google Search

* Shoutbox

Refresh History
  • Dilarang jual beli di bagian Shoutbox, gunakan Pasar RC.
  • marionaurora: komunitas boat di jogja ada ga yaa ?
    July 14, 2017, 09:15:26 AM
  • arifp056: komunitas rc drift di kudus apa ya? ada yang tau gag?
    July 10, 2017, 08:53:24 PM
  • RAGA: ada yang bisa review www.gintinghobbies. com
    April 26, 2017, 12:02:19 PM
  • CeCeNeT: hallo.... ada yang tau event race kapan dan dimana sekitar jakarta?
    April 20, 2017, 03:42:20 PM
  • azman: uda di jualain semua kitnya... jadi ga pernah mampir lagi
    April 18, 2017, 11:38:23 AM
  • anaconda: sdh tutup kah web ini
    March 30, 2017, 11:56:57 AM
  • anaconda: pada loit kli yach racer ind nie
    March 30, 2017, 11:55:50 AM
  • mg racer: pagiiiii, dah lama ga main kesini
    March 30, 2017, 07:13:43 AM
  • Saddam: Kopdarnya tiap hari apa min?
    February 10, 2017, 07:15:09 AM
  • hendra.bluesky: siang semuanya, mau cari discharger yang bagus untuk batre aa dmna yah, mohon bantuannya ,  trims
    October 28, 2016, 01:38:29 PM
  • wishnew7: Selamat malam
    October 25, 2016, 06:28:59 PM
  • zadark: Pagi All, mini RC kalau diganti koker inti feritnya supaya jarak jangkauannya lebih jauh gimana ya?
    August 15, 2016, 08:06:48 AM
  • The Big M: Pagiii...wah dah lama gak soan kemari
    August 12, 2016, 08:33:14 AM
  • mbohben: om toko rc di malang dimana ya yg recomended?
    July 23, 2016, 12:47:18 PM
  • dhetz: yang main shortcourse 1/10 EP daerah bsd dan sekitarnya absen dunk..biar bisa joinan bareng
    June 27, 2016, 01:42:42 PM
  • antpur: ada yang pernah pake ESC sanwa 308RZ atau yang ngerti setting ??
    June 18, 2016, 08:26:04 AM
  • lowenheart: agan2 yang ada di bandung.. perkenalkan ane dari bandung.. kita dulu komunitas di bandung maen heli (Persatuan Aeromodelling Bandung), sekarang kita kembali gabung buat bikin frame FPV Drone Racing.. sebenernya ini buatan kita asal bandung, dan udah pernah dipake balap di singapore dan juara jg... nama frame nya HiberNagen (hiber = terbang   nagen = diem) hehehehe... kalo yang mau coba main kita setiap hari kamis di Lapangan Udara Sulaiman Bandung. kita juga punya Drone OJEK yang dimana bisa di pinjemin plus dipinjemin google nya pake Fatshark. kita disini sebenernya bukan cari duit, tapi cari komunitas nya... web kita Hibernagen Official Website terus ada beberapa video oleh team pilot kita  https://www.youtube.com/watch?v=njo4chk0erw https://www.youtube.com/watch?v=4O8qolPOyjc https://www.youtube.com/watch?v=sCsdU9fs7Fk   ini frame asli buatan Indonesia... so kalo yang mau gabung sama kita bisa hub Nicky 08112035522
    April 24, 2016, 01:06:31 AM
  • azfani: harga brapa gan
    April 13, 2016, 12:16:02 PM
  • Rama aprilian s: Dsurabaya ada yang masi main rc adventure nda?
    February 16, 2016, 01:44:10 PM
  • irham: Yg punya transponder blh tawarin dong
    February 11, 2016, 10:06:35 PM
  • rednockp: member baru nih, kemarin liat orang main rc mobil, jadi kepengen
    February 11, 2016, 12:15:31 PM
  • B45Y4H: Sore RC'ers, udah lama berhenti main rc, sekarang kembali aktif lagi, pas liat" forum sepi banget ya, pemain lama pada kemana nih?
    February 04, 2016, 03:10:33 PM
  • eleazaar: siang gan bro.. kangen main RC nih. masih ada yang main rc rally ga ya di jakarta?
    January 04, 2016, 09:22:15 AM
  • GeZardous12: Malam GAN....Sebelumnya ane mau cerita dulu nih.....ane mainin quadcopter ane bentuknye small (MODEL WL TOYS V272).lalu ketika mencapai ketinggian max ane lost signal dan ketiup angin  :berdukas :berdukas :berdukas .lalu pertanyaanya ane lagi nyari model tersebut tetapi yg hanya menjual quadcopternya saja(ALIAS BNF)?.lalu jika tidak ada ane mau nanya apakah bisa transmitternya dipakai UTK QP model lain(2,4 GHz),kalau bisa bisa kasih link Olshopnya?....TERIMAKASIH (ini pertama kali ane nulis pertanyaan) (kalo bisa pm ya gan) :ilovekaskuss :ilovekaskuss :ilovekaskuss :ilovekaskuss
    December 26, 2015, 11:16:30 PM
  • oktazul manroe: ada yg jual esc fe 60 amp seken g om low ada bisa sms 082367414492
    December 26, 2015, 03:25:39 PM
  • admin: enggak lah, pemainnya banyak yg baru juga, ramein semuanya dong
    December 24, 2015, 07:51:40 AM
  • azman: drone drone drone..   yg melata udah mulai sepi gara2 yg terbang2
    December 16, 2015, 09:10:25 PM
  • azman: donre
    December 16, 2015, 09:10:04 PM
  • hendy_ahok: mlm...orang baru nih.lam knal..mohon info donk komunitasnya drone di jombang jatim tu ada ta??mgkn fb nya ..trus lokasinya ...thnks...ya mr.
    December 14, 2015, 08:13:24 PM
  • myusufda: malam semua
    December 02, 2015, 08:42:26 PM

* Who's Online

  • Dot Guests: 57
  • Dot Hidden: 0
  • Dot Users: 0

There aren't any users online.


Author Topic: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)  (Read 9955 times)

Offline akuhon

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 410
  • Reputation Power: 20
  • akuhon barely matters.akuhon barely matters.
    • View Profile
Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« on: July 17, 2012, 07:30:28 PM »

[17 Juli 2012 : 22.38]

XACC-10 (Extreme Adventure Cross Country 10) a.k.a. CC-01 Custom Built
by A. Kuhon (July 2012)


I. Introduction

Hi all. Kembali lagi stlh hampir setahun absent sejak proyek terakhir yang CC-01 Full Ops dan CC-01 Defender 90 (Long Wheel-Based)

Project kali ini bertujuan untuk :
1. Memperpanjang Wheel Base (lbh panjang dari yg D90) -> Lengthen
2. Memperlebar jarak roda kiri ke kanan -> Widen
3. Meninggikan chassis -> Heighten
Selain dari itu, masih ada beberapa tips modifikasi lain agar CC-01 rig anda menjadi lebih kompetitif.

Terus terang, proyek ini merupakan proyek CC-01 yang paling time and money consuming.
So, bagi yang belum memiliki kedua hal itu, artikel ini mungkin bisa menjadi referensi atau sumber inspirasi.

Modifikasi-modifikasi yang akan dijabarkan pada bab-bab berikutnya, sebagian besar sudah pernah diimplementasikan di website luar (www.rccrawler.com, www.scale4x4rc.org, www.crawlercanada.com, etc). Hanya saja, modifikasi-modifikasi  tersebut jarang dilakukan di satu rig. Jadi dalam hal ini, akan dicoba untuk diimplementasikan semuanya dalam satu rig.

Setelah beberapa kali trial and error, ternyata berhasil dan dalam artikel ini akan di-share pengalaman dalam me-modif rig ini, menjadi CC01 yang kompetitif. Selain share modifikasi, juga akan dilakukan pengetesan di berbagai medan extreme, untuk melihat kemampuan rig ini dalam mengatasi berbagai macam medan.

Spesifikasi (sementara) sbb :
Chassis : Tamiya CC-01
Body : Proline Descender (Suzuki Vitara / Escudo / Sidekick)
Color : Tamiya Camel Yellow
Additional parts : 3Racing, Yeah Racing, Axial, RC4WD
Grafx / decals : offroad 4x4 by Yandra
Wheels : 1.9 beadlock Mopar-style by Nopi (Nop The Builder)
Tire : RC4WD 1.9 Rox Lok
Shaft : Axial (dual)
Links : 3Racing
Shock : Yeah Racing
Shackle : RC4WD
Wheel extender : Junfac
Knuckle : GPM Racing
 
Purpose :
Extreme Adventure Cross Country - Medium Crawler


[28 Juli 2012 : 19.20]

A. Heightened
Pada tujuan kali ini, tidak banyak built step yang dilakukan. Untuk tujuan ini ada 3 hal yang dilakukan :

1. Menggunakan high clearance knuckle
Ada 2 produk dari 3Racing yang digunakan. Masing2 hanya dibutuhkan sepasang yaitu :
a. Untuk bagian depan : 3Racing High Clearance Knuckle For CR-01 (CR01-26/LB)
b. Untuk bagian belakang : 3Racing High Clearance Knuckle For AX10 Scorpion (AX10-32/GR)
Kedua produk ini akan menambah tinggi sekitar 15mm yang cukup signifikan agar rig ini dapat melalui berbagai hambatan.

2. Menggunakan ban berdiameter besar (tinggi)
Ban RC4WD seri 1.9 Rox Lok yang merupakan salah satu ban berukuran tinggi untuk kelas 1.9

3. Pengaturan atau penggantian damper set.
Pengaturan kekerasan damper alum atau plastik yang menggunakan ulir atau pengganjal per, dapat mempengaruhi tinggi rendah ground clearance selain penggantian dengan damper set yang lebih tinggi. Namun pengaturan ini ada pembatasan agar komponen lain tidak terganggu / terhambat kinerjanya. Mis. dengan memperkeras shock per bagian depan, swing arm akan semakin curam, demikian pula dengan shaft axle. tetapi ada pembatasan dimana shaft axle ini tidak boleh sampai menyentuh knuckle. Bila menyentuh, maka akan terjadi gesekan antara shaft dan knuckle yang menurunkan performa secara keseluruhan.

 
Spoiler for Heightened:
Front



Rear



B. Widened
Tujuan memperlebar ini, tadinya belum terpikirkan. Tetapi karena secara logika, apabila rig ini ditinggikan, tanpa memperlebar jarak antara roda kiri dan kanan, akan meningkatkan resiko terguling pada jalan yang miring (lih. video D90-CC01 di atas). Kemungkinan berjalan di permukaan yang miring, selain ditunjang dari lebarnya jarak roda kiri dan kanan, juga tergantung permukaan dan jenis ban yang digunakan. Karena pada rig ini digunakan ban tinggi dengan tapak tidak begitu lebar, maka semakin menambah resiko terguling bila jarak kiri dan kanan tidak dilebarkan.

Hal yang dilakukan untuk memperlebar jarak roda kiri ke kanan :

1. Mengganti suspension arm dengan yang lebih panjang (front).
Hal ini berimbas kepada penggantian komponen-komponen lain di luar suspension arm itu sendiri.

2. Menggunakan wheel widener berupa hex yang lebih tebal (rear).
Penggantian ini relatif mudah dan tidak perlu modifikasi tambahan

Spoiler for Widened:
Front





Rear




C. Lengthened
Perpanjangan wheebase dilakukan untuk memperoleh artikulasi dan coverage lintasan yang lebih baik. Dengan memperpanjang wheelbase maka artikulasi menjadi lebih fleksibel hingga batasan tertentu (rig yang terlalu flex, justru kurang baik). Selain itu dengan wheelbase yang lebih panjang, rig tidak mudah tersangkut pada hambatan-hambatan sepanjang lintasan.
Perpanjangan ini dilakukan dibagian belakang rig, dikarenakan bagian depan sudah fixed (model CC-01 bagian depan tidak menggunakan gardan / axle)

Untuk memperpanjang wheelbase ini, dilakukan beberapa hal :

1. Mengganti linkage dengan yang lebih panjang.
Selain panjang, linkage yang digunakan juga agak bengkok untuk memperoleh high clearance yang lebih baik

2. Mengubah letak mounting linkage ke chassis
Untuk ini diperlukan lubang baru pada chassis yang disesuaikan dengan panjang wheelbase yang diinginkan

3. Karena perpanjangan linkage, otomatis propeller shaft (kopel) juga harus diperpanjang
Dalam hal ini, digunakan double gardan dengan pertimbangan agar fleksibilitas / artikulasi dan ground clearance yang lebih baik.

Spoiler for Lengthened:




II. The Build-up Process

Langsung saja kita mulai. Seperti biasa, akan diberikan pula info-info mengenai part yang digunakan dalam build process kali ini. Mudah2an part ini masih ada, karena beberapa menggunakan part lama yang memang sudah jarang dan hanya ada di beberapa stockist (kolektor) dan teman2 di Jepang, Hong Kong dan USA.

A. Suspensi Depan

Karena keperluan memperlebar jarak roda kiri kanan ini, maka mulailah dicari arm type swing arm untuk bagian depan yang agak panjang. Akhirnya dipilih suspension arm TL-01LA bagian belakang. Pemilihan ini sangat tepat, karena selain tidak begitu panjang, juga agar arm ini adalah sisa arm yang tidak terpakai dari proyek D90-CC01 sebelumnya (jadi tidak mubazir).

Sebelumnya sempat dipilih arm buggy elektrik Tamiya TL-01B tetapi terbentur pada modifikasi arm belakang yang akan susah untuk mengikuti arm depan yang menjadi begitu lebar. Bila dipilih arm ini, maka dibutuhkan wheel widener yang lumayan panjang agar lebar bagian belakang juga sama dengan bagian depan. Selain tidak tersedia, juga kuatir mudah patah karena terlalu panjang.

Konfigurasi awal :
Arm : Tamiya TL-01 long suspension arm, rear (code : 53467)
Shaft : 3Racing Swing Shafts for Tamiya TA05 (46mm) (code : TA05-26)
Knuckle : 3Racing High Clearance Knckle for CR-01 (code : CR01-26/LB)
C-Hub : GPMRacing CC-01 C-Hub (code : CC019)
Suspension Shaft : Tamiya DF-02 U-Shaft (code : 51082)
Brace : RC Channel Front A Arm Brace set (code : TC80924)
Front Skid Plate : RC Channel Alum fr. skid plate (code : TC82901)

Spoiler for Foto Konfigurasi Awal:

Tahap-tahapnya sebagai berikut :
Tahap 1 : Suspension Arm -> widened
Suspension arm TL01-LA memiliki bagian2 berlebih di sisi sebelah dalam yang bersentuhan dengan part lain (baik yang ke arm brace maupun yang ke knuckle). Bagian-bagian tersebut harus di-trim agar pas masuk dan tidak bergesekan dengan bagian lain. Diusahakan agar pemotongan dilakukan sedikit demi sedikit agar supaya pas tanpa ada gesekan lagi, tetapi juga tidak terlalu longgar. Bila ternyata terlalu longgar, gunakan shim untuk mengurangi bagian-bagian yang agak longgar tadi.

Spoiler for Bagian-bagian yang dipotong:



Setelah dipotong



Arm yang telah dipotong (sebelah kanan) dan yang belum dipotong (sebelah kiri)



Tahap 2 : C-Hub Mods
C-Hub yang digunakan buatan GPMRacing. Secara bentuk tidak berbeda dengan C-hub standar Tamiya CC-01. Perbedaan hanya dari segi material yaitu bahan yang digunakakan adalah alum anodize warna biru.

Karena c-hub yang digunakan adalah c-hub untuk CC-01 yang akan dipasangkan dengan suspension arm TL01, perlu dilakukan sedikit modifikasi. Diameter lubang c-hub CC-01 lebih besar 1 mm dari diameter lubang pada suspension arm TL-01 yang berukuran 3mm. Untuk itu diperlukan tubing besi dengan ketebalan 1mm yang harus dimasukkan ke dalam c-hub CC01 tadi. Panjang tubing disesuaikan dengan c-hub CC-01.

Spoiler for GPM CC-01 C-hub setelah di-modifikasi:

C-hub kanan setelah menggunakan adapter sehingga diameter menjadi 3mm, sedangkan yang kiri belum



lebih dekat



Hanya lubang bagian bawah saja yang harus dipasang adapter sehingga diameter berubah menjadi 3mm.

Tahap 3 : Knuckle Mods -> Heightened
Pemakaian standar untuk knuckle ini, hanya memerlukan dogbone yang sesuai dengan panjang suspenion arm, karena telah memiliki wheel axle yang beroperasi seperti wheel axle lain pada umumnya.

Spoiler for Knuckle High Clearance CR-01:


Yang membedakan adalah adanya gearbox pada knuckle tipe ini. Struktur bagian dalam knuckle tipe ini terdiri dari 3 bagian yaitu wheel axle, metal bushing dan gear dengan spesifikasi sbb (in=masuk knuckle gearbox, out = keluar knuckle gearbox) :
1. Wheel axle : in = 4mm dan out = 5mm
2. Bushing : in = 740 (2) dan out = 850 (2)
2. Gear : in = 10T dan out = 15T -> ratio 1:1,5
Hal ini berlaku untuk kedua jenis knuckle, baik yang untuk AX10 ataupun CR-01.

Spoiler for Bagian dalam knuckle tipe high clearance untuk AX10 dan CR-01:
CR-01 High Clearance Knuckle


AX10 High Clearance Knuckle


Perbedaan hanya pada bentuk luarnya dan model wheel axle yang masuk ke dalam gearbox, sedangkan bagian dalam sama semua, termasuk ukuran bearing yang digunakan
 
Modifikasi pada bagian ini dilakukan karena shaft yang akan digunakan adalah tipe univershal shaft (CVD) yang tersambung langsung dari drive shaft ke wheel axle. Dalam hal ini, perlu dilakukan modifikasi khusus pada bagian wheel axle agar bisa masuk ke dalam knuckle gearbox.

Modifikasi yang dilakukan adalah dengan momotong dan mengecilkan ukuran diamater wheel axle serta mengatur posisi lubang pin agar sesuai seperti aslinya. Beruntung posisi lubang pin dari wheel axle pada 3Racing TA05 universal shaft adalah sama dengan wheel axle asli dari knuckle, sehingga tidak perlu membuat lubang baru.
Sehingga hanya proses memotong dan mengecilkan diameter wheel axle supaya sama dengan yang aslinya.

Spoiler for Gambar wheel axle dari TA05 universal shaft dan CR01 knuckle high clearance:
Sebelum dipotong dan dikecilkan


Setelah dipotong dan dikecilkan


Setelah proses pemotongan dan pengecilan diameter selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses pemasangan. Sebelumnya universal shaft dirakit dulu, setelah itu baru dilakukan pemasangan kembali knuckle gearbox.

Spoiler for Pemasangan TA05 universal shaft pada knuckle gearbox:




Setelah pemasangan selesai dan pas -> gearbox bisa menutup dengan baik, langkah selanjutnya adalah penggantian bushing dengan ball bearing. Sesuai dengan keterangan diatas, tiap knuckle gearbox menggunakan 4 bearing dengan 2 ukuran berbeda yaitu 740 dan 850. Disini digunakan ball bearing dengan penutup dari bahan teflon biru agar debris atau partikel kecil lain (termasuk debu) tidak mudah masuk dan mengganggu perputaran roda.

Spoiler for Penggantian bushing dengan bearing:


Selain itu juga, plastic bearing pada C-Hub juga dganti dengan ball bearing (butuh 4 bearing ukuran 850)
Spoiler for C-hub bearing:


Tahap 4 : Brace dan Front Skid Plate
Dalam tahap ini, suspension arm yang sudah terpasang c-hub dan knuckle akan disambungkan pada brace yang sudah terpasang pada skid plate, dengan menggunakan U-shaft.  Proses ini tidak berbeda dengan proses perakitan suspensi pada artikel D90 CC-01 terdahulu. Pada beberapa bagian baik di brace maupun di skidplate, dapat dilakukan pengikisan seperlunya agar suspension arm dapat bergerak bebas tanpa hambatan.

Spoiler for brace, skid plate, u-shaft:
 

Pemasangan shaft ini, sebenarnya berisiko dimana ada kemungkinan shaft yang terpasang, tidak cukup dalam masuk ke cup joint di central gearbox (gearbox di chassis yang menghubungkan bagian kiri dan kanan rig) sesuai kebutuhan. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor, tetapi yang terutama adalah, seberapa besar sudut yang terbentuk antara cup joint, suspension arm dan knuckle  dalam berbagai posisi agar rig memiliki ground clearance dan movability yang cukup baik termasuk steering dan elevasi.

Pada saat pemasangan ini, universal shaft TA05 ini, masih bisa masuk ke dalam cup joint, walaupun tidak terlalu dalam. Tapi pada posisi sudut tertentu dengan kondisi roda berputar, salah satu ujung pin (besi kecil) yang ada pada pangkal shaft, terlihat berada diujung bibir cup joint. Walaupun posisi pin satunya masih didalam cup, tetapi bila terjadi tumbukan yang cukup keras dengan hambatan di permukaan yang tidak rata, dapat mengakibatkan shaft ini terlepas dari cup joint dan bisa merusak bagian-bagian lainnya (ingat ini universal shaft, bukan dogbone)

Cocok atau tidaknya panjang shaft ini, akan ditentukan setelah dilakukan pemasangan shock.

[29 Juli 2012 : 13.55]

Tahap 5 : Shock Installation -> Heightened
Shock yang digunakan untuk suspensi depan berukuran (eye-to-eye / dr lubang baut atas ke lubang baut bawah) 70mm. Pemilihan ini tidak langsung ditetapkan dgn ukuran tersebut tp dicoba2 dengan shock berukuran antara 60 - 90mm. Akhirnya dipilih ukuran 70mm dengan pertimbangan sudut suspension arm tidak terlalu datar dan tidak terlalu curam

Spoiler for Shock:

Shock mounting dilakukan berlawanan dengan shock mounting CC-01 pada umumnya. Hal ini dikarenakan design steering yang akan digunakan berbeda dr stock CC-01, dimana servo akan ditempatkan di bagian terdepan chassis. Agar steering link bebas bergerak tanpa terganggu, maka letak shock dipindah kebelakang swing arm (seperti di gambar).

Penempatan shock di bagian belakang, tidak menggangu part lain dan cukup sejajar.

Spoiler for Posisi Shock:

Dengan penempatan shock pada posisi demikian, sudut yang terbentuk relatif cukup baik, dimana lebar jarak roda kiri dan kanan bertambah. Disamping itu, ground clearance juga bertambah ....

Spoiler for Sudut antara cup joint, universal shaft dan knuckle:

nb. digambar ini, universal shaft sudah saya modifikasi supaya pangkal shaft pada cup joint lebih masuk ke dalam
« Last Edit: August 31, 2014, 09:44:20 PM by akuhon »

Offline akuhon

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 410
  • Reputation Power: 20
  • akuhon barely matters.akuhon barely matters.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #1 on: July 17, 2012, 07:31:25 PM »
[30 Juli 2012 : 10.03]
Tahap 6 : Modifikasi shaft drive -> widened
Setelah pemasangan shock pada langkah sebelumnya, ternyata pangkal shaft drive tidak cukup masuk ke dalam cup joint pada batas yang aman. Untuk itu dicari alternatif lain untuk universal shaft yang lebih panjang.

Sempat bingung mencari penggantinya karena universal shaft TA05 sudah cukup panjang. Akhirnya setelah melihat gambar dan juga referensi di beberapa rc web luar, dipilih universal shaft untuk Kyosho FW-06 buatan 3Racing juga. Pertimbangannya karena dari berbagai universal shaft yang tersedia untuk FW06, 3Racing memiliki harga yang paling kompetitif (a.k.a. murah).

Setelah shaft tiba, langsung di-check apakah dapat digunakan.
Spoiler for TA05 vs FW06 drive shaft:


Pengukuran, sementara terlihat tidak jauh beda, FW06 lebih panjang sedikit dari TA05
Spoiler for Panjang universal shaft keseluruhan:

Setelah dibongkar universal shaft, baru terlihat bahwa panjang shaft-nya saja, FW06 jauh lebih panjang dari TA05
Spoiler for Shaft only:

Tetapi kemudian muncul masalah, ternyata letak lubang pin tidak sama (FW06 lebih pendek dari TA05).
Spoiler for Unaligned FW06 pin hole:
Bila dipaksakan, selain susah membuat lubang baru, juga berisiko wheel axle akan mudah patah (akrena sudah ada lubang lain)

Akhirnya diputuskan untuk membatalkan penggunaan universal shaft FW06. Tetapi karena tidak menemukan universal shaft lain yang cocok akhirnya dicoba untuk diukur ulang perbedaan seluruh bagian universal shaft antara TA05 dan FW06.

Spoiler for Perbedaan ukuran antara FW06 dan TA05:
Selain panjang yang berbeda, beberapa perbedaan lain :

1. Pin size


2. Pangkal shaft yang ke cup joint


3. Ketebalan shaft


Ternyata, ujung shaft yang tersambung ke wheel drive antara TA05 dan FW06 buatan 3Racing ini, sama. Hal ini memberikan harapan untuk memodifikasi universal shaft ini, dimana axle menggunakan FW06 sedangkan wheel drive menggunakan TA05.

Spoiler for shaft joint berukuran sama:

Akhirnya universal shaft modifikasi ini selesai. Tetapi untuk menggunakan shaft ini, cup joint juga harus dimodifikasi (diperlebar) untuk :
1. Lubang pin dari 2mm ke 3mm (pake mill)
Spoiler for pin cup diperlebar:
kiri yang sudah diperlebar, kanan yang original CC01

2. Diameter cup joint diperbesar dari 6mm ke 7mm (pake bor)
Spoiler for Hiden:
Kiri yang original CC-01, kanan yang sudah diperbesar

Setelah semua dilakukan, akhirnya universal shaft dapat digunakan dengan baik.
Selain pangkal universal shaft cukup masuk ke dalam cup joint pada posisi aman, batang shaft juga masih memiliki jarak dengan bagian atas C-hub sehingga tidak bergesek / menggangu putara roda.
Spoiler for batang shaft dgn c-hub:
Masih ada jarak antara batang shaft dgn c-hub. Lihat panah merah

Dengan modifikasi shaft ini, selain aman / tidak mudah copot, juga batang shaft menjadi lebih tebal / kuat.
Yang perlu diperhatikan lagi, justru cup joint-nya yang telah dikikis 1mm masing2 bagian. Tapi untuk hal ini, sudah dipersiapkan cup joint pengganti menggunakan part Tamiya 53218 Hard Joint Cup set yang sama dengan stock gup joint CC-01.

So, dengan ini, build up process untuk suspensi depan, selesai.


[26 September 2012 : 14.23]
B. Suspensi Belakang

Beberapa modifikasi diperlukan untuk suspensi belakang agar high clearance knuckle untuk AX10 bisa digunakan.
Selain itu penggunaan link mounting dengan posisi menyamping sangat diperlukan untuk mendukung artikulasi dan high clearance yang diinginkan. Selain link mounting, juga diperhitungkan letak damper yang terbaik agar stabilitas rig tetap terjaga (tidak mudah terbalik)

Konfigurasi awal :
Axle (gardan) : Tamiya CC-01 stock axle (gardan bawaan kit)
Knuckle (to be modified) : 3Racing High Clearance Knuckle For AX10 Scorpion (AX10-32/GR)
Linkage : Threaded Aluminum Pipe 6 x 101-A30 For AX10 Scorpion (AX10-13/GR)
Damper set : 90mm Damper Set TI for 1:10 Buggy/Bigfoot 2pcs (YR DP-1006TI)
Shackle : RC4WD steel shooter shackles (Z-S0502)

Spoiler for Konfigurasi komplit rear axle:
Tahap-tahapnya sebagai berikut :
Tahap 1 : Axle shaft mods -> heightened
Spoiler for Modified axle shaft and axle housing:

Yang pertama dimodifikasi adalah axle shaft agar bisa menggunakan high clearance knuckle AX10 buatan 3racing
Dilakukan pemotongan di kedua ujung shaft sesuai kebutuhan / hingga high clearance knuckle bisa tertutup rapat.
Selain itu juga, diameter ujung shaft yang dipotong tadi, dikikir hingga mencapai 4mm (axle shaft CC01, diameter aslinya 5mm)

Perbandingan dengan axle asli terlihat seperti gambar dibawah ini :

Spoiler for Perbandingan shaft std dan shaft mods utk high clearance knuckle:
Shaft pendek




Shaft panjang



Untuk main gear nya sendiri di-lock dengan part plastik dari gear set CC-01

Spoiler for Gambar main gear yang di lock:

Tahap 2 : Axle housing mods -> heightened
Selanjutnya dilakukan modifikasi pada rumah axle. Modifikasi rumah axle dilakukan pada bagian ujung luar dengan memotong sedikit bagian yang mengganjal high clearance knuckle.

Pemotongan dilakukan pada 2 bagian : di kedua sisi dekat lubang shaft dan di bagian ujung dekat lubang sekrup

Spoiler for Gambar modifikasi rumah gardan bagian sisi dekat lubang shaft:
bagian bergaris merah = batas potong


Supaya tidak mengenai bagian knuckle yang ditandai panah merah

Spoiler for Modifikasi rumah gardan di ujung dekat sekrup:
Axle housing sebelah bawah adalah yang belum dipotong (stock bawaan kit), sedangkan yang diatas adalah yang sudah dipotong ujungnya

Sebelah kiri


Sebelah kanan


Setelah kedua modifikasi ini selesai, maka axle shaft siap ditempatkan pada housing.
Satu hal yang perlu diingat adalah, jangan menggunakan part D14 seperti pada gambar manual CC01.
Bila D14 ini dipasang, maka lubang shaft tempat pin wheel tidak bisa muncul pada knuckle.

Spoiler for Gambar part D14 yang tidak boleh digunakan dari manual:

Setelah dipasang dengan benar maka hasilnya seperti gambar dibawah ini
Spoiler for Gambar axle shaft yang sdh terpasang di housing dilihat dari ujung:
]


Pada rumah gardan, yang dibaut hanya 4 lubang ditengah, sedangkan lubang baut di masing2 ujung (ada 4 luang, 2 di ujung kiri dan 2 di ujung kanan) , tidak dibaut tetapi harus dilubangi dengan bor berdiameter 3mm. Lubang ini akan digunakan untuk menjepit rumah gardan pada langkah selanjutnya.

Tahap 3 : High clearance knuckle assembly -> heightened
Bila tahap 1 modifikasi axle shaft (pengecilan diameter dan pemotongan) sudah benar dan tahap 2 modifikasi axle housing sudah pas, maka pemasangan high clearance knuckle relatif mudah.

Sebelum memasukan axle shaft pada lubang shaft, seluruh bushing diganti dengan bearing. Ukuran bearing yang dibutuhkan sama dengan high clearance knuckle untuk suspensi depan.

Spoiler for Gambar penggantian:
Semua bushing diganti dengan bearing


Setelah axle shaft masuk ke dalam lubang shaft yg ada pada knuckle, maka akan terlihat lubang kecil untuk memasukkan pin yang berfungsi menahan gear di dalam knuckle itu. Lubang pin pada axle shaft CC01 lebih besar daripada pin untuk gear dalam knuckle. Hal ini tidak menjadi masalah walaupun mungkin ada sedikit "play" ketika roda digerakkan.

Spoiler for Gambar lubang pin:
Lubang pin harus bisa terlihat, agar pin dapat menahan gear yang ada di dalam knuckle


Pin sudah dimasukkan ke dalam lubang

Lakukan pada masing-masing knuckle kiri dan kanan

Setelah tahap ini selesai, knuckle masih bebas bergerak. Untuk itu perlu dibuat penahan knuckle.

Tahap 4 : Membuat penahan knuckle sekaligus sebagai mounting knuckle ke axle dan juga sebagai penjepit axle -> heightened

Spoiler for Gbr penahan / pengganjal / mounting knuckle:
Pada gambar terlihat sebagai persegi panjang dengan lubang berwarna kuning yang ada diatas knuckle.
Seluruh penahan berjumlah 4 buah. Masing2 sisi memerlukan 2 penahan untuk bagian atas dan bawah.

Material penahan ini bisa dibuat dari plastik, kayu atau besi. Untuk penahan ini, dipilih bahan dari fiberglass tebal yang kemudian diamplas sedikit demi sedikit sehingga ketebalannya sama dengan jarak antara knuckle dan axle.

Spoiler for Gambar penahan knuckle:
Ketebalannya harus pas dengan jarak antara axle dan knuckle

Bila penahan sudah pas menahan knuckle, maka dibuat lubang yang sesuai dengan posisi lubang baut axle housing.
Pada langkah 2, lubang baut di bagian ujing axle housing sudah di bor dgn diamater 3mm. Lubang ini berfungsi untuk menjepit penahan knuckle pada axle dengan menggunakan mur dan baut.

Selain dua lubang baut yang pas dengan lubang axle, juga perlu dibuat 1 lubang lagi yang pas dengan knuckle. Letaknya diantara ke dua lubang sebelum. Lubang ini dibuat dengan bor diameter 2,6mm agar baut 3mm bisa disekrup ke dalam penahan ini. Jadi total masing2 penahan ada 3 lubang yang harus dibuat.

Spoiler for Gambar penahan yang sudah terpasang:
Hasil akhir menjadi seperti ini

Dari depan


Dari atas


Tahap 5 : Link mount (upper and lower) -> lengthened

Untuk upperlink, digunakan part axial scx10 - 4 link. Sedangkan untuk lower link, diperoleh dari hobbyshop HongKong.

Spoiler for upper and lower link mount:

Pemasangan lower link menggunakan mur dan baut relatif sama dengan cara standar merakit lower link mount pada manual CC-01. Tetapi baut yang digunakan berjenis ball end (ujung membulat). Mur menahan lower link kemudian tembus dibagian atas axle yang kemudian menahan upper link. Kemudian dibaut dengan baut ball end.

Pada bagian lower link mount sebelah belakang, dihubungkan dengan alloy link. Tujuannya agar mounting tidak bergerak bebas ke segala arah. 

Spoiler for Gbr upper link, lower link dan link penghubung lower link kiri dan kanan:
Upperlink yang adalah 4-link axial AX10 berwarna hitam, berbahan plastik nylon yang flax tp kuat, ditahan dengan baut tipe ball end. Lowerlink yang berwarna silver metalik dihubungkan dengan link warna metalik juga, dari kiri ke kanan


Lower link mount ini juga berfungsi sebagai lower shock mount.

Spoiler for Gambar:


Bila semua link mount sudah terpasang maka langkah selanjutnya menentukan mounting position untuk linkage dan shock damper pada chassis
 
« Last Edit: September 27, 2012, 01:19:58 PM by akuhon »

Offline akuhon

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 410
  • Reputation Power: 20
  • akuhon barely matters.akuhon barely matters.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #2 on: July 17, 2012, 07:31:55 PM »
Tahap 6 : Rear mounting assembly on chassis -> lengthened

Pada tahap ini, dibuat mounting hole untuk linkage dan shock damper. Penentuan letak lubang ini berdasarkan pengukuran panjang wheelbase yang diinginkan. Setelah panjang wheelbase ditentukan, maka letak lubang ini dapat ditentukan.

Linkage yang digunakan adalah tipe bended linkage untuk mendukung high clearance knuckle yang sdh terpasang. Dengan bended (bengkok) linkage ini, diharapkan rig lebih mudah melewati hambatan (a.k.a. tidak mudah mentok).

Karena linkage yang digunakan buatan 3Racing untuk Axial AX-10 ini cukup panjang, maka ada beberapa bagian di chassis yang harus dipotong

Spoiler for Gambar part yang dipotong di chassis:


Setelah itu dibuat lubang untuk menyambung link ke chassis, yang tembus ke bagian dalam agar kuat

Spoiler for Gambar proses pelubangan pada chasis untuk link:


tembus


Selanjutnya adalah penentuan posisi lubang untuk shock damper set. Karena penggunaan 4 link AX-10 pada axle, tidak memungkinkan penggunaan stock kit damper mount pada chassis bagian belakang ini. Supaya damper spring tidak mentok ke 4 link tadi, maka, posisi berdiri shock dibuat agak miring.

Spoiler for Gambar posisi shock terhadap 4 link:

Pada pemasangan upper shock mount ini, shock tidak langsung terpasang ke chassis tetapi terpasang ke RC4WD shooter shackle yang kemudian dipasang dichassi. Shackle ini sebenarnya digunakan untuk menambah sedikit artikulasi pada per tipe daun (leafspring), tetapi untuk perakitan kali ini sengaja dipasang untuk menambah artikulasi rig bagian belakang. Penentuan posisi shooter shackle ini juga melalui beberapa pilihan yang pada akhirnya jatuh pada posisi seperti gambar di bawah dimana pada saat retract / damper tertarik, posisi inilah yang memiliki titik paling jauh dari posisi-posisi lain. Dibutuhkan 2 lubang untuk memasang shooter shackle ini ke chassis (di gbr ada 2 sekrup + pada shooter shackle), sehingga yang bergerak keatas kebawah hanya bagian yang terhubung ke damper shock set saja.

Shooter shackle inilah yang memungkin rig ini bisa se-flexible seperti di gambar paling atas

Spoiler for Gambar akhir mounting position untuk linkage dan shock:
Posisi semua mount pada chassis (upper / lower link dan shock). Shooter shackle pada posisi normal


Shooter pada posisi retract. Yang bergerak hanya batang yang terhubung ke damper, sedangkan bagian yang menempel pada chassis tetap diam (karena sudah terpasang 2 baut tadi)


Posisi semua mount pada axle


Setelah mounting ini selesai, dilanjutkan dengan tahap berikutnya.

[27 September 2012 : 15.07]
Tahap 7 : Dual propeller shaft assembly -> lengthened
Dengan wheelbase yang lebih panjang, selain dibutuhkan link yang lebih panjang, tentunya propeller shaft / kopel, perlu diperpanjang juga. Pemilihan akhirnya jatuh ke kopel ganda (dual propeller shaft), bukan kopel tunggal dengan pertimbangan :
1. Kopel panjang mesti dari besi supaya awet, negatifnya : berat dan mahal
2. Kurang flexible,
3. Mudah terbentur hambatan

Untuk itu dipilih kopel standar Axial AX-10 yang salah satunya sudah dipendekin / disesuaikan dengan panjang wheelbase.
Kekurangan dari kopel std Axial AX-10 ini adalah gampang lepas bagian yang terbuat dari plastik dari pin besinya bila dikasih torsi besar. tetapi hal ini bs diatas menggunakan cable ties.

Untuk menggunakan kopel ganda ini, dibutuhkan semacam hub / penghubung antar 2 kopel tadi.
Bahan2 yang diperlukan :
1. Pegangan aluminium berbentuk huruf "U"
2. Knuckle TA04 (kebetulan msh ada sisa bekas on-road)
3. Bearing 1150 (11mm luar, 5mm dalem)
4. Shaft pendek ukuran diameter 5mm

Spoiler for Gambar bahan2 untuk membuat hub:


Kemudian dirakit dimana dilakukan pemotongan seperlunya dibagian2 tertentu. Pada pegangan aluminium tadi, juga dibuat lubang untuk baut penahan knuckle dan juga untuk menempelkan pegangan aluminium ini ke chassis (ada 3 lubang diamter
Spoiler for Perakitan hub:


Setelah jadi seperti ini
Spoiler for Gambar:


Sisi 1


Sisi 2

Setelah jadi hub-nya, maka penempatan pada chassis perlu dipertimbangkan. Setelah dipilih beberapa lokasi, akhirnya dipilih dibagian tengah chassis sejajar dengan pinion shaft gardan belakang.
Lokasi ini dibersihkan / diratakan terlebih dahulu, setelah itu dibuat lubang untuk menempelkan pegangan aluminium-nya.

Spoiler for Gbr lokasi penempatan hub di chassis:


Setelah dibersihkan


Pemasangan

Selanjutnya, kedua propeller shaft tinggal disambung, selesailah pembuatan kopel ganda ini...

Dengan selesainya perakitan kopel ini, maka build-up process untuk suspensi belakang telah selesai.

Spoiler for Gambar penampakan bagian bawah lengkap rig ini:

[28 September 2012 : 9.07]
C. Front Steering Servo Assembly

Pada build process kali ini, ada 3 tahap :
1. Chassis trimming (pemotongan) bagian depan sesuai keperluan penempatan servo
2. Pembuatan servo mount
3. Pembuatan steering link

Ketiga tahap ini cukup menyita waktu dan resource. Karena sifatnya trial and error, hingga menghabiskan 3 chassis untuk experiment pemotongan front chassis ini. Selain itu juga sdh beberapa posisi servo dicoba. Untuk steering sendiri sdh dibuat dua model dgn setting toe yg berbeda-beda.

Dalam penjelasan berikut, hy akan dijabarkan pemilihan terbaik (berdasarkan test dan riset pribadi) dari masing2 tahap diatas.

Tahap 1 : Chassis trimming

Tujuan utama trimming ini adalah agar servo steering dipindah ke bagian depan agar lebih efisien dalam mengatur pergerakan roda depan ke kiri dan ke kanan. Sebagaimana diketahui (berdasarkan pengalaman bbrp kali merakit CC-01), kekurangan utama CC-01 ada pada steeringnya yang kurang baik. Ini disebabkan penahan steering link-nya terbuat dari plastik (menyatu dengan chassis) yang mudah flex. Beda bila tahanan steering link dari alum atau jenis metal lain. Atau tipe steering yang langsung terhubung ke servo.
Selain itu juga untuk meminimalisasi benturan pada bagian depan yang terlalu panjang.

Untuk tujuan ini, maka harus dilakukan pemotongan pada bagian depan chassis. Pemotongan dilakukan 2 tahap yaitu pemotongan lurus dan miring seperti terlihat pada gambar-gambar dibawah

1. Bagian depan std chassis CC-01
Spoiler for Gambar:


2. Pemotongan lurus pada bagian depan
Spoiler for Gambar:




3. Dilanjutkan dengan pemotongan miring pada bagian dasar
Spoiler for Gambar:






4. Setelah pemotongan miring ini ada excess (ditandai lingkaran merah) yang harus dibersihkan juga
Spoiler for Gambar:


5. Hasil pemotongan
Spoiler for Gambar:


Lbh dekat


6. Hasil akhir setelah dibersihkan
Spoiler for Gambar:






Setelah proses ini selesai dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Tahap 2 : Servo mount assembly

Pada tahap ini, dibutuhkan bahan penahan untuk servo steering. Bahan yang digunakan bisa bermacam-macam dan untuk kali ini, digunakan bahan aluminium yang dipotong sesuai panjang dudukan pada chassis.
Beberapa posisi servo telah dicoba : berdiri dengan servo arm menghadap ke depan, berdiri dengan servo arm menghadap kebawah (seperti pada kit axial SCX10) dan tidur. Akhirnya diputuskan posisi servo diletakkan tidur. Posisi ini merupakan posisi terbaik dengen pertimbangan efisiensi (gerak servo link), space (tidak byk menghabiskan tempat) dan ketahanan (posisi servo tidak gampang bergeser).

Pembuatannya sebagai berikut :

1. Bahan aluminium persegi panjang di potong sesuai dudukan yang tersedia. Kemudian bagian tengah bahan aluminium tadi, ditandai seukuran besar servo
Spoiler for Gambar:




2. Pemotongan bagian tengah aluminium yang akan digunakan sebagai tempat servo
Spoiler for Gambar:



3. Setelah bagian tengah dipotong, kemudian 1/2 bagian persegi panjang dipotong
Spoiler for Gambar:


4. Produk akhir menjadi seperti foto dibawah ini
Spoiler for Hiden:

5. Selanjutnya, pada bagian chasis dilakukan sedikit pemotongan (dibagian dengan lingkaran merah) dan pelubangan untuk sekrup 2mm (lingkaran berwarna biru).
Spoiler for Gambar:


Lbh dekat

6. Setelah selesai, maka tahanan servo dapat dipasang ke chassis
Spoiler for Gambar:


dari depan

Selesai untuk tahap ini.

[29 September 2012 : 10.50]
Tahap 3 : Steering link

Untuk tahap ini, relatif tidak banyak yang dilakukan. Digunakan sisa 2 buah link dari Threaded Aluminum Pipe 6 x 101-A30 For AX10 Scorpion (AX10-13/GR) -> total dalam 1 bag ada 4 link, 2 link sudah digunakan untuk rear link pada tahap sebelumnya. 2 link ini pertama-tama diluruskan dengan alat pelurus pipa kecil, setelah itu dibengkokan lagi sesuai kebutuhan. Satu link dengan toe-in lebih dan satu link dengan toe-out lebih. Keduanya digunakan sesuai medan lintasan.

Spoiler for Gambar:
Yang dengan toe-in



Perbandingan antara toe-in lebih dan yang toe-out lebih (toe-out terpasang di rig).




Penampakan lebih dekat setelah terpasang


Dengan selesainya steering link ini, maka Front steering servo assembly ini selesai

[29 September 2012 : 23.20]
D. Gearing Modification

Selain kelemahan pada design steering yang kurang solid untuk adventure, juga gearing yang "lemah". Kelemahan ini terlihat dari ukuran teeth pada spur yang digunakan yaitu gear type 0.6 (Tamiya) yang hampir identik dengan 48pitch gear. Gear tipe ini masih terlalu halus dan mudah strip, apalagi bahannya dari plastik biasa.
Karena kelemahan ini maka perlu dilakukan modifikasi untuk mengganti dengan pitch gear yang lebih kasar (32P).

Selain itu, standard gearing ratio CC-01 kurang memberikan torsi yang maksimum. Hal ini dapat terlihat dari motor dan heatsink ESC yang cepat panas. Untuk itu gear perlu dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan diatas -> diubah agar torsi menjadi lebih besar untuk melintas medan yang bervariasi / relatif berat.

Pada tahap ini, terbagi menjadi dua yaitu :
1. Spur gear modification
2. Torque increasing

Tahap 1 : Spur gear modification

Dalam tahap ini, akan diubah spur gear std kit (Tamiya mod 0.6 gear) menjadi 32P gear. Untuk kerperluan ini, digunakan spur gear dr RC10GT buatan RRP (Robinson Racing Product) berbahan delrin keras dengan 59T (32P 59T). Selain itu juga digunakan semacam kertas karton keras warna abu-abu yang biasa didapat dari stock motor tamiya mabuchi.

Pembuatannya sebagai berikut :
1. Kertas karton diperbesar diameter lubang tengah sesuai besar bagian tengah spur gear CC01
Spoiler for Gambar:


Pemotongan menggunakan circle cutter yang biasa digunakan untuk memotong body lexan bagian roda rc on-road.


2. Pasang pada spur gear
Spoiler for Gambar:


3. Buat 2 lubang atau lebih untuk sekrup sesuai lubang pada kertas karton tadi.
Spoiler for Gambar:
Menggunakan pin vise dgn mata bor 3mm




4. Potong bagian depan spur yang menutupi lubang sekrup.
Spoiler for Gambar:


5. Tandai bagian karton yang tadi terpasang pada spur holder dengan spidol / marker lain.
Spoiler for Gambar:


6. Bagian tengah spur 32P dilubangi sesuai dengan ukuran diameter bagian tengah stock spur holder tamiya.
Spoiler for Gambar:


7. Stock spur tamiya dipotong bagian luarnya dan spur gear 32P dipotong bagian tengahnya, kemudian dipasang dengan baut.
Spoiler for Gambar:
Setelah dipasang, jadilah spur gear baru dengan 32P

Selesailah modifikasi spur dari yang menggunakan mod .06 Tamiya menjadi 32P.

« Last Edit: October 05, 2012, 12:43:11 AM by akuhon »

Offline akuhon

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 410
  • Reputation Power: 20
  • akuhon barely matters.akuhon barely matters.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #3 on: July 17, 2012, 07:32:22 PM »
[01 October 2012 : 23.20]
Tahap 2: Torque increasing

Pada tahap ini, torsi yang ada, dicoba untuk ditambah agar lebih efisien sehingga motor dan esc tidak cepat panas.
Ada 2 cara : mengganti motor dengan turn yang lebih tinggi (45T, 55T, 65T dll) atau dengan men-set kombinasi antara spur dan pinion gear.

Dipilih cara kedua yaitu men-set spur dan pinion. Untuk mengganti dengan spur gear ukuran lain tidak memungkinkan karena spurgearnya tertutup (sealed) bukan tipe open tranny / dengan holder dan juga non-adjustable position. Sehingga modifikasi tranny hanya dapat dilakukan dari kombinasi gear yang tersambung pada pinion yaitu menggunakan gear reduction unit.

Ada 3 merk gear reduction unit yang dapat digunakan dimana 2 GRU langsung bisa digunakan,
1. GRU buatan RC4WD
2. GRU buatan HPI untuk Wheelie King
3. GRU buatan Electrifly GD-600, sebenarnya untuk RC pesawat jadi harus dimodifikasi untuk rc car..

Pilihan jatuh pada no. 3, dengan pertimbangan :
Kelebihan :
a., Maintenance mudah -> gear set tidak tertutup jadi mudah dibersihkan
b. Adjustability sangat tinggi -> bisa ganti-ganti ratio gear,
c. Harga paling kompetitif

Kelemahan :
Byk modifikasi yang harus dilakukan

Pembuatannya sebagai berikut :
1. Gear housing dipotong pada bagian yang mengenai GRU, sehingga bentuk menjadi seperti dbawah ini
Spoiler for Gambar:
Setelah dipotong


Perbandingan dengan yang belum dipotong

2. GRU dipasang pada motor mount. Pada tahap ini, bagian2 GRU yang kelebihan, harus dipotong menyesuaikan dengan bentuk motor mount (alum biru). Demikian juga dengan lubang tengah tempat biasa menempel dinamo, bila GRU tidak bs pas masuk, maka bagian tengah GRU hrs di-amplas / di-kikir agar bs masuk ke lubang motor mount. Hasil akhir terlihat pada gambar dibawah :
Spoiler for Gambar:

3. Pemasangan GRU pada chassis membutuhkan sedikit pemotongan pada chassis. Hal ini terlihat pada bagian - bagian yang bertanda merah.
Spoiler for Gambar:




4. Pada bagian dudukan ESC / Rx juga dipotong sedikit karena mentok dengan dinamo (bagian berwarna merah)
Spoiler for Gambar:


5. Pasang ganjalan dibagian bawah dinamo. Ganjalan ini juga berfungsi menahan vibrasi motor pada saat bekerja. Pada gambar ditunjukkan dengan tanda panah merah
Spoiler for Gambar:

Dengan selesainya tahap ini, maka modifikasi pada bagian Gearing Modification dianggap selesai.


E. Electronic
........ to be continued .. Stay tuned

« Last Edit: October 15, 2012, 08:12:21 AM by akuhon »

Offline akuhon

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 410
  • Reputation Power: 20
  • akuhon barely matters.akuhon barely matters.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #4 on: July 17, 2012, 09:32:02 PM »
Spoiler for Foto Rig / XACC-01:



Video :
XACC-01 Field Test





Spoiler for Lengthen, Widen and Heighten:



The result

Spoiler for Lengthened:



Spoiler for Widened:
Front





Rear




rsvd

Elevasi Maksimum
Spoiler for Hiden:





« Last Edit: October 05, 2012, 07:06:00 AM by akuhon »


Offline yokie

  • Full Member
  • ***
  • Posts: 125
  • Reputation Power: 12
  • yokie has no influence.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #5 on: July 19, 2012, 01:52:12 PM »
 8) mantap um modifikasinya, sumber inspirasi..
tanya um, untuk dudukan shock belakang, traksi roda ke tanah mengandalkan pegas, nah waktu elevasi max, pegas dah bekerja ke panjang max sehingga ga ada tekanan lagi & engsel tambahan mulai bekerja, klo engselnya ditambah per kyk gbr berikut ada pengaruh ga ya um?

maksudna biar engsel tdk bergerak bebas tpi punya daya tekan juga, diharapkan roda tetep punya traksi ke tanah..

satu lg, ujung gardan ditambah gearbox jd as roda tdk sejajar dgn as gardan? rationya 1:1 ?

tks


Offline made anom

  • Newbie
  • *
  • Posts: 2
  • Reputation Power: 0
  • made anom has no influence.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #6 on: July 19, 2012, 10:24:59 PM »
modifnya oke :D
tapi di Bali minim hobbyshop yg menjual rc adventure, khususnya sparepart buat modif..adanya cm short course n monster truck

Offline akuhon

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 410
  • Reputation Power: 20
  • akuhon barely matters.akuhon barely matters.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #7 on: July 20, 2012, 01:24:20 PM »
8) mantap um modifikasinya, sumber inspirasi..
tanya um, untuk dudukan shock belakang, traksi roda ke tanah mengandalkan pegas, nah waktu elevasi max, pegas dah bekerja ke panjang max sehingga ga ada tekanan lagi & engsel tambahan mulai bekerja, klo engselnya ditambah per kyk gbr berikut ada pengaruh ga ya um?

maksudna biar engsel tdk bergerak bebas tpi punya daya tekan juga, diharapkan roda tetep punya traksi ke tanah..


Hm saya ngerti maksudnya, tp utk gardan belakang, saya pake full lock .....traksi di roda sebelah tetep nyambung walopun nggak ada tekanan selama ban satunya, tertekan ke tanah..
Gradan depan juga gitu, utk project ini, saya lock semuanya .... depan belakang...

satu lg, ujung gardan ditambah gearbox jd as roda tdk sejajar dgn as gardan? rationya 1:1 ?
tks


Nggak tuh .. di gbox roda, perbandingan 1:1,5


Offline akuhon

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 410
  • Reputation Power: 20
  • akuhon barely matters.akuhon barely matters.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #8 on: July 20, 2012, 01:44:45 PM »
modifnya oke :D
tapi di Bali minim hobbyshop yg menjual rc adventure, khususnya sparepart buat modif..adanya cm short course n monster truck

Wah .... nggak usah di Bali, disini (Jakarta) aja susah om ..... hehehe ... ini jg dpt bykan dr luar ..... titip temen juga...

Offline yokie

  • Full Member
  • ***
  • Posts: 125
  • Reputation Power: 12
  • yokie has no influence.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #9 on: July 21, 2012, 11:16:30 AM »
ouch, sdh full lock ternyata ya um akuhon, no road no problem kl gt  ;D
pake adapter gt boleh jg ya um, biar gardan ga gampang mentok cuma efeknya lebar tapak jadi bertambah . . ok um, tks inpona.. :D


Offline akuhon

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 410
  • Reputation Power: 20
  • akuhon barely matters.akuhon barely matters.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #10 on: July 21, 2012, 01:17:57 PM »
ouch, sdh full lock ternyata ya um akuhon, no road no problem kl gt  ;D
pake adapter gt boleh jg ya um, biar gardan ga gampang mentok cuma efeknya lebar tapak jadi bertambah . . ok um, tks inpona.. :D

Iya, full lock dpn blkg.

Iya, sengaja dilebarin krn kalo cm ditinggiin tnp dilebarin, kyknya krg stabil om yokie.


Offline yokie

  • Full Member
  • ***
  • Posts: 125
  • Reputation Power: 12
  • yokie has no influence.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #11 on: July 21, 2012, 11:28:14 PM »

Iya, full dpn blkg.

Iya, sengaja dilebarin krn kalo cm ditinggiin tnp dilebarin, kyknya krg stabil om yokie.
[/quote]
 ::) sebenerna sih masih penasaran, kyak apa wujud partnya um . . .   ::)
boleh lah um kl bisa diuplod penampakanna . .  :D (mode ngarep : ON)


Offline akuhon

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 410
  • Reputation Power: 20
  • akuhon barely matters.akuhon barely matters.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #12 on: July 22, 2012, 09:35:39 PM »
Sdg disusun om built-steps-nya ..... sabar yaa.... hehehehe

Offline made anom

  • Newbie
  • *
  • Posts: 2
  • Reputation Power: 0
  • made anom has no influence.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #13 on: July 23, 2012, 08:09:37 AM »
wah gt ya bang :(
klo gearbox jg susah nyarinya dijakarta ya bang??

Offline vincent1008

  • Jr. Member
  • **
  • Posts: 74
  • Reputation Power: 12
  • vincent1008 has no influence.
    • View Profile
Re: Project XACC-01 (a.k.a. CC01 Custom Built)
« Reply #14 on: July 23, 2012, 01:26:13 PM »
The result

Spoiler for Lengthened:



Spoiler for Widened:
Front





Rear




Spoiler for Heightened:
Front



Rear




cadas project nya makin sangarrr... sukses om...